Pengertian, Aplikasi dan Fungsi Integrated Circuit (IC)

gambar ic

Integrated circuit (IC) adalah suatu komponen elektronika yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan transistor, resistor, kapasitor dan dioda yang mana terintegrasi dan membentuk suatu rangkaian elektronika yang memiliki berbagai macam fungsi.

Bahan pembuatan IC ini adalah semikonduktor dimana silikon adalah bahan semikonduktor yang paling sering digunakan untuk membuat IC ini. Di pasaran sudah tersedia banyak sekali pilihan IC mulai dari IC NE555, IC cd 4017, IC 7805, IC 4558 / IC Jrc 4558, dan IC 7812.

Akan tetapi saat ini Integrated Circuit (IC) sudah tidak begitu populer di kalangan anak muda karena terdapat mikrokontroler seperti Arduino, ATMEGA dan Raspberry yang dapat ditanamkan coding sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu Arduino, ATMEGA, dan Raspberry dinilai lebih fleksibel karena bisa dipasang sensor dan akuator yang dapat dibaca nilainya (output sensor) dan mengendalikan respon akuator tsb.

Fungsi Integrated Circuit (IC) 

Fungsi IC ini sangat bervariasi karena setiap IC membentuk suatu gerbang logika yang berbeda-beda. Akan tetapi IC ini dapat dibedakan menjadi tiga yaitu IC Linier (Analog), IC Digital dan IC Mixed (Campuran).

  • IC Analog / IC Linier
IC jenis ini hanya dapat bekerja dengan bentuk sinyal kontinyu (bekerja secara terus menerus). Fungsi dari IC ini diantaranya sbb :
  1. Penguat Daya Listrik (Power Amplifier)
  2. Pengatur Tegangan (Voltage Regulator)
  3. Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)
  4. Komparator Tegangan (Voltage Comparator)
  5. Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)
  6. Multiplier
  7. Penerima Frekwensi Radio (Radio Receiver)
  8. Penguat Sinyal (Signal Amplifier)
  9. Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)

  • IC Digital
IC Jenis ini digunakan untuk peralatan seperti kalkulator, sistem komputer, dan sistem kontrol elektronik. Berbeda dengan IC Analog, ic jenis ini mempunyai hanya mempunyai tegangan input maupun outputnya HIGH (Tinggi) dan LOW (Rendah). Umumnya IC ini juga digunakan sebagai rangkaian gerbang logika 1 dan 0. Fungsi IC digital ini diantaranya sbb :
  1. Penyimpan data (Memory)
  2. Clock (Perubahan sinyal dari LOW ke HIGH)
  3. Mikroprosesor
  4. Mikrokontroler
  5. Flip-flop
  6. Gerbang Logika (Logic Gates)
  7. Timer
  8. Counter
  9. Multiplexer
  10. Calculator
 
  • Mixed IC
IC jenis ini merupakan gabungan dari IC Analog dan Digital dalam suatu rangkaian elektronika di dalam Integrated Circuit. Fungsi dari IC jenis ini adalah sebagai converter Digital to Analog (D/A) atau sebaliknya yaitu converter Analog to Digital (A/D).

Cara Kerja Integrated Circuit (IC)

Cara kerja ic ini tergantung dari jenis ic apa yang kalian pakai, mengingat banyak sekali ic yang beredar di pasaran. Akan tetapi pada dasarnya setiap IC mempunyai prinsip dasar yang sama yaitu menggunakan gerbang logika. Pada artikel kali ini kami akan menunjukkan cara kerja IC CD 4017.


Pada gambar diatas terlihat bahwa IC CD 4017 ini mempunyai 9 Output dengan Input DC 3 - 15 Volt. Selain itu IC CD 4017 ini juga mempunyai kaki reset, Clock, dan Eneble Input. Mari kita bahas satu satu mengenai fungsi dari masing - masing pin / kaki.

  1. Kaki Clock
    Kaki clock ini maksudnya akan dihubungkan ke input daya berupa sinyal dari LOW ke HIGH. Setiap perubahan sinyal dari LOW ke HIGH ini akan dihitung sebagai 1 clock.

    Jadi setiap IC diberikan 1 clock maka outputnya akan berpindah dari Output o kemudian ke Output 1 kemudian ke Output 2 dan seterusnya. Oleh karena itu IC CD 4017 ini paling umum digunakan sebagai rangkaian lampu berjalan terus menerus.

  2. Kaki Enable
    Kaki Enable ini berfungsi sebagai jeda penghitung decoder dimana apabila kita menghubungkan kaki Enable ke VCC maka Output akan berhenti (Delay) di Output terakhir. Misalkan ketika Output 5 Bernilai 1 dan kemudian kita menghubungkan kaki Enable ke VCC maka Output 5 ini akan terus bernilai 1.

    Selanjutnya cara yang digunakan untuk melanjutkan decoder adalah dengan menyambungkan kaki Enable ke GND.

  3. Kaki Reset
    Kaki reset ini digunakan untuk mereset perhitungan decoder kembali ke Output 0.

Cara kerja 
Jadi ketika Kaki Clock mendapatkan perubahan tegangan dari LOW ke High, Maka output akan berpindah dari Output 0 ke Output 1 dan seterusnya. Output ini akan terus berubah selama clock akan terus berjalan. 

Akan tetapi saat kaki enable dihubungkan ke VCC maka decoder akan berhenti berhitung dan tetap diposisi saat dihentikan. Untuk membuat decoder kembali berhitung hubungkan Kaki enable ke GND.

Kemudian ketika pin Reset di hubungkan ke VCC maka perhitungan decoder akan kembali di reset ke Output 0.


Macam Macam IC

Saat ini Integrated Circuit / IC ini mempunyai berbagai macam jenis dan setiap jenis IC mempunyai fungsinya masing masing. Untuk itu kami akan menampilkan beberapa IC yang sering dijumpai di pasaran diantaranya sbb :

IC Ne 555

ic 555
IC 555 ini dikenal sebagai ic timer atau ic Clock dimana fungsi utama dari komponen ini adalah untuk memberikan input berupa sinyal Clock (Perubahan sinyal dari LOW ke HIGH). Rangkaian yang paling sering dibuat mengunakan komponen ini adalah Lampu LED Flip - flop dimana lampu akan terus bergantian mati dan nyala.

Kecepatan nyala dan mati lampu bergantung dari seberapa cepat Clock Speed - nya dan dapat diatur menggunakan rumus yaitu :

Td = 1,1 RC

Keterangan :
Td : Time Delay (Sekon)
R  : Resistor (Ohm)
C  : Capacitor (Farad)

IC cd 4017

ic 4017
Seperti kami jelaskan di atas IC ini merupakan penghitung DECODER dimana ketika komponen ini diberikan input clock (pada kaki clock tentunya) maka komponen ini akan menjalankan decoder dimana OUTPUT akan berpindah dari :

  •  OUTPUT 0 : 1, OUTPUT 1 : 0, OUTPUT2 : 0, OUTPUT3 : 0,                   OUTPUT 4 : 0, OUTPUT 5 : 0, OUTPUT 6 : 0, OUTPUT 7 : 0,               OUTPUT 8 : 0, OUTPUT 9 : 0.
Menjadi
  •  OUTPUT 0 : 0, OUTPUT 1 : 1, OUTPUT2 : 0, OUTPUT3 : 0,                 OUTPUT 4 : 0, OUTPUT 5 : 0, OUTPUT 6 : 0, OUTPUT 7 : 0,               OUTPUT 8 : 0, OUTPUT 9 : 0.
Dan seterusnya sampai Output 9.

Ket :
Input clock merupakan perubahan sinyal dari LOW ke High 

IC 4558 / IC Jrc 4558

ic 4558

Komponen elektronika yang satu ini merupakan suatu perangkat operasional Amplfier atau Op Amp atau penguat operasional. Perangkat ini sering ditemukan pada rangkaian yang berhubungan dengan audio seperti mesin penguat audio kecil, tone control dan juga active crossever. 

IC 7805

ic 7805
IC 7805 ini merupakan sebuah komponen elektronika pengatur tegangan (regulator tegangan). Komponen ini mengatur tegangan output pada suatu rangkaian agar tetap bernilai 5 Volt. 

Cara kerja komponen
Jadi perangkat ini mempunyai Input antara 7 - 35 Volt DC. Input ini kemudian akan diturunkan menjadi OUTPUT 4,8 - 5,2 Volt DC. Jadi sisa tegangan hasil penurunan tersebut akan dikonversi menjadi energi panas. Jadi semakin tinggi Input dari komponen ini, maka panas yang dihasilkan juga akan semakin besar.

IC 7812

ic 7812


IC 7812 ini merupakan sebuah komponen elektronika pengatur tegangan (regulator tegangan) output 12 Volt. Jadi Komponen ini akan menjaga agar tegangan output pada suatu rangkaian agar tetap bernilai 12 Volt. 

Cara kerja komponen
Jadi perangkat ini mempunyai tegangan masuk antara 17 - 35 Volt DC. Kemudian Input ini akan diturunkan menjadi Keluaran 11,8 - 12,2 Volt DC. Jadi sisa tegangan hasil penurunan (drop voltage) tersebut akan dikonversi menjadi energi panas. Jadi semakin tinggi Input dari komponen ini, maka panas yang dihasilkan juga akan semakin besar.

IC 7815

ic 7815

IC 7815 ini adalah sebuah perangkat elektronika pengatur tegangan (regulator tegangan) output 15 Volt. Jadi perangkat ini akan menjaga agar nilai tegangan output pada suatu rangkaian agar tetap 15 Volt. 

Cara kerja komponen
Jadi perangkat ini mempunyai tegangan masuk (input) antara 17 sampai 35 Volt DC. Kemudian Input ini akan diturunkan menjadi keluaran (output) 14,8 - 15,2 Volt DC. Jadi sisa tegangan hasil penurunan (drop tegangan) tsb akan diubah menjadi energi panas. Jadi semakin tinggi Input dari komponen ini, maka panas yang dihasilkan juga akan semakin besar.

IC 7824

ic 7824

IC ini juga sama seperti IC Seri 78XX lainnya dimana berfungsi untuk mengatur nilai keluaran tegangan. Jadi IC 7824 ini mempunyai output tegangan 24 Volt.

Cara kerja komponen
Jadi perangkat ini mempunyai tegangan masuk antara 17 - 35 Volt DC (Direct Current). Kemudian Input ini akan diturunkan menjadi Keluaran 23,8 - 24,2 Volt DC. Jadi sisa tegangan hasil penurunan (drop tegangan) tsbakan dikonversi menjadi energi panas. Jadi semakin tinggi Input dari komponen ini, maka panas yang dihasilkan juga akan semakin besar.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian, Aplikasi dan Fungsi Integrated Circuit (IC)"

Posting Komentar

Mohon berkomentar dengan baik dan sopan.

- Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas.
..(Mengandung kata kasar dan SARA).
- Dilarang menaruh Link di kolom komentar.
- Dilarang SPAM

Terimakasih sudah berkunjung.....
Mari Berdiskusi di Kolom Komentar......