40 Komponen Elektronika Beserta Deskripsi Singkatnya


40 Komponen Elektronika - Komponen elektronika adalah perangkat listrik berukuran kecil dan membutuhkan daya yang relatif kecil untuk dapat bekerja. Walaupun berukuran kecil, perangkat ini mempunyai fungsi yang sangat penting untuk rangkaian listrik seperti Mosfet yang digunakan sebagai saklar tanpa adanya gerakan mekanis, resistor yang digunakan untuk menghambat arus listrik dan perangkat elektronika lainnya. Untuk itu kami akan menjelaskan 40 Komponen Elektronika lengkap beserta deskripsinya.


1. Resistor Nilainya Tetap (Fixed Resistor)

Resistor merupakan komponen elektronika yang digunakan untuk menghambat arus listrik  atau mengurangi nilai dari arus listrik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan persamaan I = V / R, dimana I = Arus, V = Tegangan, R = Resistor. Kemudian resistor nilai tetap ini mempunyai tiga jenis berdasarkan bahan pembuatannya yaitu bahan komposisi Karbon, Film Metal, dan Film Karbon. Setiap bahan tentu mempunyai kekurangan dan kelebihannya sendiri, seperti resistor berbahan film metal mempunyai nilai toleransi yang lebih kecil jika dibandingkan dengan resistor berbahan lainnya. Kemudian untuk mengetahui nilai resistansi dari resistor ini kita cukup melihat dari warna pada resistor. Misalkan resistor dengan warna Coklat, Hitam, Biru, Emas maka mempunyai nilai resistansi 10 Mega Ohm.


2. Potensio Meter


Potensio Meter merupakan resistor yang nilainya dapat diubah - ubah sesuai kebutuhan penggunanya. Rentang nilai resistansi yang disediakan oleh pabrik pembuat biasanya antara 0 - 1K Ohm, 0 - 2K Ohm, 0 - 5K Ohm, dan 0 - 10K Ohm. Cara yang digunakan untuk merubah nilai resistansinya adalah dengan memutar tuas yang telah disediakan (terlihat pada gambar ada tuas berwarna putih). Kemudian untuk melihat nilai resistansinya kita bisa mengukurnya menggunakan Avometer atau Multi Tester, jadi kita tinggal merekatkan ujung probe multi meter dengan kutub + dan kutub - resistor. Kemudian ukur nilai resistansinya sambil memutas tuasnya, lihatlah apakah nilai resisntasi potensio meter tsb berubah atau tidak.

3. Trimpot

Trimpot ini mempunyai fungsi yang sama persis dengan Potensio Meter yaitu resistor yang nilainya dapat diubah - ubah, akan tetapi mempunyai ukuran yang lebih kecil sehingga lebih ringkas dan praktis. Selain itu rentang resistansi yang ditawarkan oleh trimpot lebih kecil dari potensio yaitu 0 - 500 Ohm, 0 - 1K dan lain sebagainya. Cara yang digunakan untuk mengatur resistansinya adalah dengan memutar tuas berwarna putih dengan obeh yang mempunyai ukuran lubah yang sama.

4. Rheostat

Rheostat ini juga merupakan bagian dari Variable resistor (Resistor yang nilainya bisa diubah - ubah) akan tetapi mempunyai ukuran yang lebih besar dan mempunyai kuat hantar arus yang lebih besar dari potensio meter dan trimpot. Biasanya Rheostat ini digunakan untuk menurunkan daya listrik pada suatu rangkaian listrik dengan daya yang relatif besar yang mana tidak dapat ditangani oleh potensio meter dan trimpot.

5. Thermal Resistor atau Thermistor


Thermal Resistor atau resistor suhu merupakan jenis resistor yang nilai resistansinya akan naik atau turun berdasarkan suhu yang diterima oleh resistor tersebut. Thermistor ini dibagi menjadi dua yaitu NTC (Negative Temperature Coefisien) dan PTC (Positive Temperature Coefisien). Pada thermistor PTC semakin tinggi suhu yang diterima maka nilai resistansinya juga akan semakin tinggi. Berbeda dengan thermistor NTC dimana nilai resistansinya berbandinga terbalik dengan peningkatan suhu resistor. 

6. LDR (Light Dependent Resistor) 

LDR adalah jenis resistor yang nilai resistansinya akan berubah - ubah bergantung dari intensitas cahaya yang diterimanya. Resistor jenis ini juga biasa disebut sebagai sensor cahaya karena cara kerjanya tsb. Pada rangkaian elektronika resistor jenis ini biasanya digunakan sebagai saklar lampu taman otomatis dimana ketika siang hari resistor akan mendeteksi intensitas cahaya yang tinggi sehingga resistansinya akan naik dan lampu taman akan mati. Sebaliknya ketika malam hari dimana tidak ada cahaya matahari LDR akan mengeluarkan resistansi yang sangat rendah bahkan mendekati 0 maka lampu akan Menyala. 

7. Kapasitor Keramik (Tetap dan Tidak polaritas) 

Kapasitor merupakan jenis komponen listrik yang mempunyai fungsi untuk menyimpan listrik dalam bentuk muatan. Kapasitor jenis ini tidak mempunyai polaritas dimana itu artinya tidak ada kutub + dan kutub - pada kapasitor ini sehingga kita bebas memasangnya dengan posisi apapun. Kapasitor ini juga identik dengan bentuknya yang lingkaran dan biasanya berwarna biru atau kuning. Kemudian untuk mengetahui nilai kapasitansinya kita bisa melihat tulisan pada kapasitor seperti gambar di atas.

8. Kapasitor Kertas (Tetap dan Tidak polaritas)

Kapasitor kertas ini terbuat dari dua potongan logam yang sangat tipis dan dipisahkan oleh kertas lilin. Kapasitor jenis ini merupakan kapasitor generasi lama dan sudah sangat jarang digunakan. Sama seperti kapasitor pada umumnya yang mempunyai fungsi untuk menyimpan listrik dalam bentuk muatan. Seperti terlihat pada gambar kapasitor ini mempunyai bentuk identik yaitu kotak dan berwarna putih.

9. Kapasitor Polyster (Tetap dan Tidak polaritas)

Kapasitor jenis ini mempunyai toleransi yang cukup besar yaitu antara 5 sampai 10 % persen. Oleh karena toleransinya yang cukup besar, kapasitor jenis ini biasanya digunakan untuk rangkaian frekuensi tinggi seperti pada power supply. Seperti terlihat pada gambar kapasitor ini mempunyai penampilan lonjong dan biasanya berwarna hijau.

10. Kapasitor Mika (Tetap dan Tidak polaritas) 

Kapasitor jenis ini juga tidak mempunyai polaritas dimana kita bisa bebas memasangnya tanpa takut terbalik (antara kutub + dan kutub -). Penggunaan resistor berbahan mika ini biasanya pada rangkaian berfrekuensi tinggi karena toleransinya yang rendah dan stabilitas yang sangat tinggi. Terlihat pada gambar bahwa kapasitor ini mempunyai bentuk yang unik dimana seperti bentuk hati / tanda love. 


11. Kapasitor Tantalum (Tetap dan Polaritas )

Kapasitor tantalum ini mempunyai polaritas dimana terdapat kutub positif dan negatif pada pin kakinya. Pin yang lebih panjang adalah kutub positif sementara yang lebih pendek adalah negatif. Kapasitor jenis ini mempunyai toleransi yang cukup baik sehingga banyak digunakan pada perangkat elektronik seperti laptop, Televisi, atau mainboard PC. Kekurangan dari kapasitor jenis ini adalah harganya yang relatif lebih mahal sehingga jarang digunakan oleh pelajar dan mahasiswa.

12. Kapasitor Elektrolit (Tetap dan Polaritas )

Kapasitor Elekrolit ini adalah jenis kapasitor yang paling umum dan banyak digunakan oleh pelajar ataupun mahasiswa. Selain karna mudah ditemui di toko elektronika, kapasitor ini juga mempunyai harga yang relatif lebih murah dan juga memiliki kapasitansi yang beragam. Perlu diingat bahwa kapasitor jenis ini mempunyai polaritas sehingga jangan sampai terbalik memasangnya.

13. Kapasitor Varco

Kapasitor jenis termasuk dapat Variable Kapasitor dimana kapasitor jenis ini nilai kapasitansinya dapat diubah ubah sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Cara yang digunakan untuk mengubah nilai kapasitansinya adalah dengan memutar tuas pada kapasitor. 

14. Kapasitor Trimmer

Sama seperti kapasitor Varco, Kapasitor trimmer ini juga dapat diubah - ubah nilai kapasitansinya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Cara yang digunakan untuk merubah kapasitansinya adalah dengan memutar tuas tsb dengan obeng minus. Nilai kapasitansi yang disediakan pada kapasitor ini lebih kecil dari VARCO kapasitor. 

15. Air Induktor

Induktor merupakan komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan energi listrik dapat bentuk medan magnet. Ciri khas bentuk dari induktor ini adalah terdapat rongga di tengahnya sehingga orang lebih mudah mengingatnya.

16. Iron Core Induktor

Induktor jenis ini mempunyai inti besi yang terdapat di tengahnya. Sama halnya seperti induktor pada umumnya, induktor jenis ini mempunyai fungsi untuk menyimpan energi listrik dapat bentuk medan magnet.

17. Torriodal Core Induktor

Ciri khas dari resistor jenis ini adalah terdapat rongga berbentuk O / lingkaran. Induktor ini terdiri dari cincin melingkar (inti magnet) dari bahan feromagnetik dan kumparan tembaga yang dililitkan ke cincin induktor tsb. 

18. Ferrite Core Induktor

Induktor jenis ini menggunakan bahan ferit sebagai intinya. Kemudian bagian ferrit tersebut akan dililitkan oleh kumparan dengan bahan tembaga. Jenis induktor ini banyak ditemui di rangkaian elektronik yang cukup kompleks seperti televisi, radio, board PC dan perangkat elektronik lainnya.

19. Variable Induktor

Induktor jenis ini nilai induktansinya dapat diubah - ubah sesuai dengan kebutuhan dari usernya. Induktor ini intinya juga biasanya menggunakan bahan ferrit, Kemudian dililitkan pada kumparan bahan tembaga.

20. Laminated Core Induktor

Induktor jenis ini mempunyai inti yang berlapis-lapis dari bahan lempengan logam dan ditempelkan secara-paralel. Kemudian masing-masing lempengan logam tsb diberikan Isolator (pada bagian sekatnya).

21. Dioda Zener


Dioda jenis ini digunakan sebagai pengamanan rangkaian karena akan menyalurkan arus listrik yang mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas.

22. Dioda Bridge

Dioda jenis ini digunakan untuk menyearahkan atau merubah arus AC menjadi DC. Dioda ini biasanya digunakan pada perangkat power supply, inverter, dan rangkaian konversi AC to DC lainnya. Jadi cara kerja dari diode ini adalah dimana terdapat 4 buah diode dalam satu rangkaian, dimana 2 diode menyearahkan sinyal negatif dan dua diode menyearahkan sinyal positif. Sehingga membentuk suatu sinyal DC (Direct Current).

23. Dioda Laser


Dioda ini merupakan komponen yang cukup unik dikarenakan mampu mengeluarkan radiasi koheren yang dapat dilihat oleh mata. Radiasi tersebut yang dinamakan oleh cahaya laser. Dioda jenis ini digunakan pada banyak peralatan elektronik seperti laser pointer, konsol game, Remote Controler, dan Sistem fiber optik.

24. LED


Dioda ini merupakan diode yang bisa memancarkan cahaya monokromatik. Saat ini dipasaran warna yang dihasilkan oleh diode ini beraneka macam ada warna merah, hijau, biru, kuning dan lain sebagainya. Diode ini sangat mudah didapatkan di toko elektronika.

25. Dioda Penyearah

Diode ini digunakan untuk menyearahkan arus listrik dan juga menghentikan arus listrik dari arah yang berlawanan. Diode jenis ini pasti ada di semua peralatan elektronik karena digunakan sebagai pengaman dari arus balik. Baik itu di televisi, Kulkas, Motherboard PC pasti ada komponen ini.

26. Dioda Tunnel 

Dioda jenis ini mampu untuk beroprasi dengan sangat cepat. Dioda jenis ini berbahan germanium atau silikon. Rangkaian yang biasa menggunakan dioda ini adalah rangkaian detektor frekuensi dan konverter. Dioda jenis ini dapat berfungsi dengan baik pada gelombang mikro.

27. Dioda Varactor

Merupakan suatu jenis dioda yang nilai kapasitansinya dapat diatur dengan cara mengubah tegangan yang diberikan. Itu artinya diode jenis ini mempunyai fungsi yang mirip seperti kapasitor. Maka karakteristik dari diode ini adalah semakin tinggi tegangan yang diberikan maka nilai kapasitansinya akan semakin besar.

28. Dioda Schottky

Merupakan jenis dioda yang mempunyai tegangan jatuh (drop voltage) yang sangat rendah. Itu artinya karakteristik dari diode ini mempunyai penurunan tegangan yang sangat rendah. diode jenis ini memiliki perbedaan dari diode pada umumnya dimana : 
  • Pada Dioda Normal adalah menggunakan Persimpangan Semikonduktor-semikonduktor (Semiconductor-semiconduction Junction).
  • Sementara itu pada Dioda Schottky menggunakan Logam-semikonduktor (Metal-Semiconductor Junction) untuk persimpangan.

Oleh karena hal tsb dioda jenis ini mempunyai kemampuan switching yang sangat cepat dan biasanya digunakan pada rangkaian frekuensi radio, catu daya, dan mixer.

29. PhotoDioda

Photodioda merupakan suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah besaran menjadi besaran listrik. Oleh karena hal tsb dioda jenis ini sering digunakan sebagai sensor pada rangkaian arduino karena sangat peka cahaya. Cahaya yang dapat dideteksi dari sensor ini yaitu cahaya inframerah, cahaya ultra ungu atau cahaya lampu biasa.

30. SCR (Silicon Controlled Rectifier)

SCR atau Silicon Controlled Rectifier merupakan jenis diode yang berfungsi untuk pengendali. Seperti terlihat pada gambar, bentuk dari diode ini berbeda dari diode lainnya dimana terdapat 3 kaki pin. Daripada disebut sebagai diode, secara penampilan layaknya seperti transistor MOSFET.

31. Transistor BJT

Transistor adalah sebuah komponen elektronika yang mempunyai berbagai macam fungsi diantaranya sebagai saklar , penguat sinyal, osilator, modulator dan sebagainya. Komponen elektronika ini terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon

Transistor juga menjadi dasar dari gerbang logika yang kita kenal sekarang dimana kumpulan mosfet berubah menjadi IC ( Integrated Circuit ), dan kumpulan dari IC berubah menjadi sebuah Mikroprosesor.

Bipolar Transistor (BJT) terdiri dari :
  • NPN  arti npn (Negatif - Positif - Negatif)
  • PNP  arti pnp (Positif - Negatif - Positif)

Pada transistor BJT cara kerjanya adalah ouput yang mengalir dari Emitor ke Kolektor ditentukan oleh besarnya arus yang mengalir ke basis. Pada datasheet biasanya sudah tertera berapa arus minimal pada basis untuk membuat Emitor dan Kolektor berfungsi seperti saklar tertutup.

32. Transistor JFET

Berbeda dengan Transistor BJT yang mengunakan trigger arus pada gerbang gate. Pada transistor jenis ini besar kecilnya arus listrik yang mengalir akan ditentukan oleh input tegangan yang masuk ke gerbang Gate. Jadi semakin tinggi tegangan pada kaki Gate maka semakin banyak arus yang mengalir melewati transistor.

33. Transistor MOSFET

Transistor jenis ini paling populer, banyak digunakan dan umum ditemui dipasaran elektronika di Indonesia. Transistor MOSFET ini mempunyai prinsip kerja yang sama persis seperti Transistor JFET. Rangkaian yang paling sering dibuat menggunakan komponen ini adalah inverter DC to AC.

34. Transistor UJT (Uni Junction Transistor)

Transistor jenis ini juga masuk dalam bagian transistor efek medan dimana besar kecilnya arus listrik yang mengalir melalui transistor ditentukan oleh besar tegangan pada kaki Gate. Jadi semakin besar tegangan pada kaki gate maka arus listrik yang mengalir melewati transistor juga akan semakin besar. 

35. Integrated Circuit (IC)

IC merupakan sebuah komponen elektronik yang terdiri dari ribuah bahkan jutaan transistor , resisotor, dioda dan komponen lainnya. Seiring dengan berkembangnya industri saat ini IC ini memiliki banyak sekali variasi dan setiap IC punya fungsinya masing masing diantaranya :

        1. Penguat Operasional (Op Amp)
        2. Penguat Daya (Power Amplifier)
        3. Penguat Sinyal (Signal Amplifier)
        4. Sebagai Comparator
        5. Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
        6. Dll

36. Switch / Push Button

Switch pada rangkaian elektronika umumnya menggunakan push button atau saklar kecil seperti terlihat pada gambar. Switch ini digunakan untuk berbagai macam keperluan diantaranya digunakan untuk mematikan rangkaian, merubah sinyal High menjadi Low dan sebagainya.

37. Buzzer


Buzzer atau alarm ini merupakan komponen yang berfungsi untuk mengeluarkan suara yang amat keras apabila diberikan arus listrik. Komponen ini biasanya digunakan pada rangkaian arduino dan hanya berdaya 5 Volt DC.

38. Sekering


Sekering ini berfungsi untuk memutus rangkaian elektronik ketika mengalami gangguan seperti hubung singkat atau beban berlebih. Sekering ini masuk dalam komponen elektronika karena bentuknya yang kecil dan juga dapat memutus arus DC (Direct Current).

39. Baterai

Batterai merupakan komponen yang digunakan sebagai supplai daya pada suatu rangkaian listrik atau peralatan listrik. Saat ini banyak sekali variasi kapasitas baterai mulai dari 1000 mAH bahkan sampai dengan 10.000 mAH.

40. Transformator

Ada beberapa jenis transformator yang masuk dalam komponen elektronika karena bentuknya yang kecil seperti trafo pada charger HP. Pada charger HP terdapat transformator mini yang digunakan unuk menuruntkan tegangan AC. 

41. Sensor

Saat ini sudah banyak sekali variasi sensor berukuran kecil dan berdaya kecil. Seperti sensor suara diatas yang hanya berdaya 5 Volt saja. Diantaranya ada juga sensor suhu LM35, Sensor gas, sensor magnet, sensor api, sensor gerakan PIR, dan lain sebagainya.

Terimakasih sudah membaca artikel ini
Semoga Membantu

Belum ada Komentar untuk "40 Komponen Elektronika Beserta Deskripsi Singkatnya"

Posting Komentar

Mohon berkomentar dengan baik dan sopan.

- Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas.
..(Mengandung kata kasar dan SARA).
- Dilarang menaruh Link di kolom komentar.
- Dilarang SPAM

Terimakasih sudah berkunjung.....
Mari Berdiskusi di Kolom Komentar......