Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembuatan diagram kerja rangkaian instalasi listrik rumah tangga

Pembuatan diagram kerja rangkaian instalasi listrik rumah tangga

Pembuatan diagram kerja rangkaian instalasi listrik rumah tangga - TeknikElektro.com

Diagram kerja instalasi listrik rumah tangga adalah suatu diagram yang menjelaskan tentang sambungan kabel dan aliran listrik dari sumber PLN sampai ke semua peralatan elektronik di rumah tsb. 

Langkah Kerja Pembuatan diagram kerja rangkaian instalasi listrik rumah tangga

Untuk membuat suatu diagram kerja instalasi rumah tangga memerlukan beberapa step / langkah diantaranya adalah :
  1. Pembuatan Denah Rumah
  2. Pembuatan Rekapitulasi Daya
  3. Menentukan Listrik PLN 
  4. Pembuatan Diagram PHB
  5. Pembuatan Denah Instalasi

Pembuatan Denah Rumah

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika membuat suatu diagram kerja instalasi rumah tangga adalah dengan membuat denah rumah. 
Denah rumah ini yang akan menjadi acuan dalam pembuatan diagram instalasi listrik rumah tinggal. Denah ini kami buat dengan aplikasi AutoCAD dengan saklar 1 : 1000 cm yang artinya 1 cm di denah sama dengan 1000 cm (1 meter) pada kondisi sebenarnya.

Pada denah rumah ini terlihat bahwa luas rumah adalah 18 meter x 8 meter dengan total 8 ruangan yaitu :
  • Teras
  • Kamar 1
  • Kamar 2
  • Kamar mandi
  • Dapur
  • Ruang Keluarga
  • Garasi Motor

Pembuatan Rekapitulasi Daya

Langkah selanjutnya setelah membuat denah rumah adalah dengan membuat rekapitulasi daya. Rekapitulasi daya adalah jumlah daya semua peralatan elektronik yang akan dipasang di rumah tsb.


Menentukan Listrik PLN

Langkah selanjutnya setelah menjumlahkan semua peralatan elektronik yang akan dipasang di rumah kita adalah dengan menentukan listrik PLN per bulan. 

Caranya adalah dengan merubah daya Aktif (Watt) pada perhitungan hasil rekapitulasi daya kemudian dirubah ke Daya Semu (Volt Ampere / VA).

Pada rekapitulasi daya terlihat bahwa total daya semua peralatan elektronik adalah 1.156 Watt 

Maka
  • Daya Aktif = Daya Semu x Cos q
  • 1.156 Watt  = Daya Semu x 0,8
  • Daya semu  = 1445 VA / Volt Ampere

Maka ketika semua peralatan listrik pada rumah tsb dinyalakan maka membutuhkan supply daya PLN sebesar 1445 VA.

Apabila anda ingin berhemat anda bisa menggunakan supply PLN 1300 VA akan tetapi dengan resiko apabila semua peralatan listrik menyala MCB akan trip / terputus karena terjadi OVERLOAD (Beban Berlebih).

Akan tetapi jika anda ingin aman dalam artian MCB tidak akan trip ketika semua peralatan listrik menyala anda bisa menggunakan daya PLN 2200 VA dengan resiko biaya yang harus dibayarkan per-bulan lebih mahal.

Note :
Supply Daya listrik PLN yang tersedia adalah terbatas diantaranya :
  • 450 VA
  • 900 VA
  • 1.300 VA
  • 2.200 VA
  • dan seterusnya
 

Pembuatan Diagram PHB (Panel Hubung Bagi)

Diagram PHB ini merupakan suatu diagram yang menjelaskan tentang berbagai macam hal dalam suatu instalasi rumah tinggal diantaranya :
  • Rating MCB, yaitu arus listrik maksimal yang dapat dilewati oleh MCB tsb. Apabila arus listrik diatas dari rating MCB maka MCB akan trip / terputus sehingga tidak ada arus listrik yang akan mengalir ke rangkaian.
  • Jenis kabel yang digunakan
  • Ukuran kabel yang digunakan
  • Jumlah inti kabel yang digunakan
  • Pembagian kelompok beban 

Penjelasan Diagram PHB diatas :
  • Pada gambar diagram PHB diatas terlihat bahwa Rating MCB utama yang dipakai adalah 10 A. Rating MCB ini didapat dari KWH meter PLN sehingga tidak boleh untuk diubah-ubah.
  • Kemudian terlihat bahwa kami membagi menjadi dua kelompok beban yaitu kelompok 1 dan kelompok 2.
  • Terlihat bahwa rating MCB cabang yang digunakan adalah 6 A dan 4 Ampere. Rating MCB cabang ini disesuaikan dengan beban yang disambungkan pada instalasi rumah tsb. 
  • Selanjutnya jenis kabel yang dipakai adalah kabel NYM yaitu kabel berinti tembaga, mempunyai lebih dari satu inti kabel dan berisolasi PVC. Kabel ini cukup umum digunakan pada instalasi listrik rumah ataupun gedung.
  • Kebel NYM yang digunakan pada kelompok ke-1 adalah kabel NYM berinti 3 (Fasa - Netral dan Ground) terlihat dari (3 x 1,5 mm) dan untuk kelompok ke-2 menggunakan 2 inti kabel (Fasa dan Netral).
  • Hal tsb terjadi karena pada kelompok ke-2 hanya berisi beban lampu sehingga tidak dibutuhkan kabel grounding.
  • Yang terakhir adalah luas penampang dari kabel NYM yang dipilih adalah 1,5 mm2. Luas penampang kabel ini mempengaruhi dari KHA kabel (Kuat Hantar Arus) sehingga semakin luas penampang kabel maka KHA nya akan semakin besar. Pemilihan Luas penampang kabel ini harus melihat besar beban (Ampere) yang akan disambungkan ke kabel tsb.

Pembuatan Denah Instalasi


Setelah semua langkah sebelumnya selesai dikerjakan selanjutnya adalah tinggal membuat suatu denah instalasi. Denah instalasi ini menjelaskan sambungan kabel dari Sumber PLN kemudian ke KWH meter PLN, dan kemudian ke MCB cabang, dan kemudian ke semua peralatan listrik yang ada di rumah tsb.

Pada denah instalasi di atas terlihat bahwa hanya ada 4 komponen yaitu :
  • APP (Alat Pembatas dan Pengukur) yaitu gabungan dari KWH meter + MCB Utama
  • Saklar
  • Lampu
  • Stop kontak

Pada gambar di atas kami tidak menampilkan peralatan listrik lainnya seperti Kulkas, Oven, AC dan Lain lain. Hal tsb karena semua peralatan tsb akan dihubungkan ke stop kontak. Jadi untuk posisi dari stop kontak ini harus dekat dengan peralatan listrik yang ingin dihubungkan.


Itulah informasi yang bisa kami berikan tentang pembuatan diagram kerja instalasi suatu rumah dan gedung. Semoga membantu dan sampai jumpa.....

Posting Komentar untuk "Pembuatan diagram kerja rangkaian instalasi listrik rumah tangga"