Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Commissioning adalah

Commissioning adalah suatu istilah yang digunakan oleh teknisi untuk melakukan pengujian operasional terhadap suatu pekerjaan yang sudah dilakukan.

Misalkan setelah teknisi selesai memasang instalasi listrik rumah dan gedung, maka dilakukan kegiatan commissioning ini dengan tujuan agar instalasi listrik berjalan sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Atau Commissioning ini dapat juga diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh teknisi untuk memastikan bahwa semua sistem dan komponen dirancang, dipasang, dan dipelihara sesuai dengan persyaratan dan standar yang berlaku.

Tujuan Kegiatan Commissioning
Tujuan utama kegiatan Commissioning ini adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan sudah memenuhi semua peraturan yang berlaku, regulasi, kode dan standar yang ditetapkan. 

Misalnya pada instalasi listrik rumah dan gedung, buku pedoman yang digunakan oleh teknisi adalah PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). Buku ini diterbitkan oleh badan standarisasi nasional dimana semua teknisi listrik di Indonesia harus mematuhi buku pedoman ini ketika memasang instalasi listrik rumah dan gedung.

Divisi Commissioning Perusahaan
Pada suatu perusahaan biasanya terdapat satu divisi khusus untuk melakukan kegiatan Commissioning ini. 
Biasanya tugas divisi commissioning pada perusahaan ini adalah :
  1. Mengatur dan Melaksanakan kegiatan commissioning di perusahaan,
  2. Menyusun program commissioning perusahaan
  3. Mengatur jadwal commisioning peralatan produksi di perusahaan

Tahapan Commisioning 
1. Pre Commissioning
Pada suatu industri atau pabrik banyak sekali mesin yang digunakan. Setiap mesin tersebut terdiri dari sensor, actuator, sistem kontrol dan komponen penunjang lainnya.
Oleh karena itu perlu dilakukan Pre Commissioning dimana semua peralatan tersebut diuji secara individu guna memastikan bahwa setiap komponen pada mesin produksi berjalan sesuai dengan fungsinya dan mematuhi standar keamanan.

2. Commissioning
Pada tahap ini dilakukan tahap pengujian skala besar dimana semua mesin produksi akan diuji secara bersamaan guna melihat semua sistem berjalan sesuai dengan fungsinya dan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Tugas Teknisi Commissioning (sama semua)
Tugas utama seorang Teknisi Commissioning adalah sebagai berikut:
  1. Memastikan bahwa manufaktur siap untuk commissioning dimana ditandai dengan adanya completion document.
    Completion Document ini merupakan suatu dokumen yang menjelaskan tentang semua riwayat mesin seperti :
    - Spare Part yang digunakan
    - Riwayat perawatan mesin
    - Riwayat penggantian spare part
    - Dan lain lain. 

  2. Mempersiapkan prosedure commissioning.
    Prosedur commissioning ini berupa langkah praktis yang dilakukan untuk commissioning, biasanya seorang teknisi akan membuat suata bagan / diagram untuk menjelaskan langkah - langkah yang dilakukan.

  3. Membuat dan melaksanakan PSSR (Pre Start up Safety Review).
    PSSR atau Pre start up safety review adalah sebuah "standar keamanan" yang ditinjau dari sisi proses operasi atau proses produksi dalam suatu pabrik.
    Artinya langkah ini memastikan agar pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan meminimalkan resiko yang terjadi.

  4. Membuat jadwal dan melaksanakan sequence commissioning (start up hingga performa test).
    Dalam melakukan commissioning tidak sekaligus semua peralatan dijalankan secara bersamaan dalam satu waktu. Hal tersebut dikarenakan setiap mesin produksi mempunyai fungsi dan tujuannya masing - masing.
    Karena hal tersebut dilakukan sequence commissioning dimana masing masing alat akan diuji secara individu dan terpisah dari sistem secara keseluruhan.

  5. Melaksanakan commissioning dan memastikan sesuai dengan jadwal.

  6. Melakukan troubleshooting pada mesin produksi.
    Kinerja mesin produksi akan dicatat setiap harinya dan data tersebut akan dimanfaatkan untuk pengoptimalan mesin.
    Apabila terjadi kondisi abnormal dimana mesin produksi tidak bekerja secara maksimal atau bahkan terjadi kerusakan mesin maka tugas dari teknisi commissioning untuk memperbaiki mesin tersebut.

  7. Membuat laporan dan dokumen commissioning kepada client hingga tercapainya Operating Acceptance atau persetujuan dari client.

2 komentar untuk "Commissioning adalah"

Mohon berkomentar dengan baik dan sopan.

- Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas.
..(Mengandung kata kasar dan SARA).
- Dilarang menaruh Link di kolom komentar.
- Dilarang SPAM

Terimakasih sudah berkunjung.....
Mari Berdiskusi di Kolom Komentar......