Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Sensor dan Aktuator

Sensor dan Aktuator

Sensor dan aktuator merupakan dua buah istilah yang sangat sering didengar oleh orang yang belajar tentang engineering. Akan tetapi mungkin untuk sebagian orang yang masih awal belajar tentang engineering masih agak asing dengan istilah ini. Berikut adalah penjelasannya :


Sensor

Sensor merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur suatu parameter tertentu misalkan suhu, tekanan, ketinggian, kelembaban, dan lain lain. Prinsipnya adalah sensor ini merubah energi fisik seperti suhu misalnya menjadi besaran listrik yang mampu dibaca oleh mikrokontroler. 

Misalnya pada sensor ultrasonic, ketika sensor mendeteksi adanya benda di depan maka sensor akan mengeluarkan output 5 Volt. Kemudian output 5 volt ini akan dibaca dan diterjemahkan oleh mikrokontroler dan layar menampilkan adanya benda di depan.

Ketika tidak ada benda maka sensor ultrasonic tidak akan mengeluarkan output atau 0 volt.


Aktuator

Aktuator merupakan suatu alat yang digunakan sebagai penggerak atau pengontrol suatu mekanisme tertentu. Mekanisme yang dimaksud bisa berupa suatu sistem kendali atau sistem otomasi di industri.

Contoh dari aktuator ini seperti Motor DC dan AC, Pneumatik, Hidrolik, Relay dan lain lain. Kenapa semua peralatan di atas disebut sebagai aktuator ? karena digunakan sebagai penggerak atau pengontrol sistem kendali atau otomasi di industri.


Contoh Penggunaan Sensor dan Aktuator di Industri

Untuk lebih jelasnya berikut adalah contoh penggunaan-nya pada sistem otomasi industri :


Terlihat pada gambar bawah :

  • Aktuator yang digunakan adalah konveyor dan pneumatik
  • Sensor yang digunakan adalah sensor proximity.
  • Otomasi semacam ini biasanya digunakan pada proses pengemasan minuman.
  • Jadi ketika sensor mendeteksi adanya benda maka konveyor akan berhenti berputar.
  • Kemudian pneumatik akan mendorong kebawah untuk memasang tutup botol minumal tsb
  • Setelah tutup botol minumal terpasang maka konveyor akan kembali berputar lagi.
  • Proses ini akan terjadi secara berulang dan terus menerus.


Perbedaan Sensor dan Aktuator

  • Aktuator merubah energi listrik menjadi bentuk energi mekanis seperti putaran motor, dorongan pada pneumatik dan lain lain

    Sensor merubah energi fisik menjadi besaran listrik yang mampu diterjemahkan menjadi angka oleh mikrokontroler. Misalnya pada sensor suhu lm35, setiap sensor mengukur suhu 1°C maka akan mengeluarkan output 10mV DC. 

    Atau contoh lainnya adalah pada sensor PIR, dimana ketika sensor mendeteksi adanya benda di depan maka sensor akan mengeluarkan output 5 Volt DC. Output 5 Volt ini akan diterjemahkan oleh mikrokontroler bahwa terdapat benda di depan sensor.

  • Sensor menghasilkan gelombang listrik, sementara itu aktuator menghasilkan gerakan mekanis atau energi panas.

  • Sensor dihubungkan di port input, sedangkan aktuator dihubungkan di port output

Posting Komentar untuk "Perbedaan Sensor dan Aktuator"