Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembahasan Lengkap Thermistor

Thermistor

Thermistor adalah salah satu jenis resistor yang sangat peka terhadap perubahan suhu. Jadi nilai resistansi yang dihasilkan oleh resistor jenis ini sangat dipengaruhi oleh suhu yang diterima oleh thermistor.

Resistansi adalah suatu nilai hambatan dalam satuan ohm yang digunakan untuk mengurangi nilai arus listrik.


Pengertian Thermistor

Pada dasarnya thermistor ini singkatan dari "thermally sensitive resistors", yang mana jika diartikan ke dalam bahasa indonesia adalah resistor yang sensitif terhadap thermal atau suhu.
Kesensitifan thermistor terhadap suhu ini dipengaruhi oleh bahan dasar pembuatannya seperti oksida logam campuran (sintering mixture), kobalt, kromium, tembaga, besi, dan nikel.

Simbol Thermistor

Pada dasarnya thermistor ini dibagi menjadi dua yaitu PTC dan NPC, oleh karena itu simbol thermsitor juga dibagi menjadi dua seperti terlihat pada gambar dibawah ini :
simbol thermistor
  • Pada simbol Thermistor PTC (Positive Temperature Coefisien), terlihat bahwa terdapat tanda + / positif.
  • Pada simbol Thermistor NTC (Negative Temperature Coefisien), terlihat bahwa terdapat tanda - / negatif.

Jenis Thermistor

Seperti dijelaskan diatas berdasarkan mekanisme kerjanya, thermistor ini dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Thermistor PTC (Positive Temperature Coefisien)
    Nilai resistansi dari thermistor ini akan meningkat seiring dengan naiknya koefisien suhu / temperatur.

  2. Thermistor NTC (Negative Temperature Coefisien)
    Nilai resistansi dari thermistor ini akan meningkat seiring dengan turunnya koefisien suhu / temperatur.

Akan tetapi berdasarkan bentuk dan bahan dasar pembuatannya, thermistor ini dibagi menjadi tiga yaitu :
jenis thermistor
  1. thermistor maik
    Thermistor jenis ini digunakan pada suhu lebih dari 7000 celsius dan memiliki nilai resistansi 100 ohm hingga 1 mega ohm.
  2. Thermistor keping atau lempeng
    thermistor ini digunakan dengan cara direkatkan atau dihubungkan dengan benda yang akan diukur panasnya.
  3. Thermistor batang
    Thermistor jenis ini digunakan untuk menentukan perubahan panas pada peralatan elektronik, mempunyai resistansi tinggi dan dispasi dayanya yang sedang. 

Cara Kerja Thermistor

Thermistor ini nilai resistansinya akan berubah seiring dengan perubahan suhu yang diterimanya. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini :

  • Thermistor NTC (Negative Temperature Coefisien)
    Jadi thermistor jenis ini nilai resistansinya akan menurun seiring dengan kenaikan koefisien suhu.
    Thermistor NTC (Negative Temperature Coefisien)
    Terlihat pada grafik diatas bahwa seiring dengan meningkatnya input berupa suhu dalam satuan °C maka nilai resistansinya semakin menurun.

  • PTC (Positive Temperature Coefisien)
    Jadi thermistor jenis ini nilai resistansinya akan naik seiring dengan kenaikan koefisien suhu.
    PTC (Positive Temperature Coefisien)
    Terlihat pada grafik diatas bahwa seiring dengan meningkatnya input berupa suhu dalam satuan °C maka nilai resistansinya semakin meningkat.

Karakteristik Thermistor

Karakteristik dari thermistor ini sangat dipengaruhi oleh bahan dasar pembuatannya yang mana seperti :
  1. Sensitivitas Tinggi
    Maksud dari sensitivitas tinggi adalah kemampuan thermistor dalam mendeteksi suhu di sekitar yang lumayan tinggi.


  2. Perubahan resistansi 10% setiap kenaikan 1°C
    Misalnya terdapat thermistor PTC dengan nilai resistansi 10K. Jadi setiap perubahan suhu 1°C maka thermistor akan mengeluarkan hambatan dengan nilai 1K (10% nya).

  3. Mempunyai nilai resistansi 1k Ohm sampai 100K Ohm
  4. Waktu respon yang lumayan cepat dalam mendeksi perubahan suhu
  5. Ukuran yang kecil layaknya komponen elektronika pada umumnya
  6. Dan lain lain

Aplikasi Thermistor

Pada dasarnya thermistor ini mempunyai beberapa aplikasi atau kegunaan dintaranya sebagai berikut :

1. Sebagai Sensor Suhu
  • Karena nilai resistansi dari resistor jenis ini bergantung pada suhu yang diterimanya, maka penggunaan paling banyak untuk komponen ini adalah sebagai sensor suhu.
  • Jadi thermistor ini dapat dihubungkan ke suatu mikrokontroler untuk membaca nilai suhu yang diterima oleh thermistor. Jadi misalkan thermistor dialiri tegangan 5 Volt dan tegangan tersebut setelah melewati thermistor dikembalikan lagi ke mikrokontroler.

    sensor suhu thermistor
  • Semakin tinggi suhu yang diterima maka nilai resistansi dari thermistor semakin tinggi. 
  • Itu artinya semakin tinggi suhu yang diterima thermistor maka tegangan yang masuk ke mikrokontroler juga semakin kecil dikarenakan resistansi tersebut.
  • Maka dengan perhitungan tersebut dapat dibuat suatu logika pada mikrokontroler untuk menghitung nilai suhu yang diterima oleh thermistor.

2. Melindungi komponen dari Lonjakan Arus
Lonjakan arus ini terjadi saat hubung singkat atau korsleting listrik dan tentunya dapat merusak peralatan elektronik. Ketika terjadi fenomena lonjakan arus tersebut maka penghantar listrik akan mengeluarkan energi panas. Oleh karena itu nilai resistansi thermistor akan meningkat sehingga dapat sedikit mengurangi lonjakan arus yang terjadi.

Posting Komentar untuk "Pembahasan Lengkap Thermistor"